Showing posts with label Internazionale. Show all posts

Yang Terhormat Signor Morratti

Saya adalah seorang interista sejak tahun 1998. Saya tidak tahu mengapa saya begitu mencintai Internazionale hingga saat ini. Saya masih ingat betul lima belas tahun yang lalu, saya menyaksikan Internazionale yang kalah secara tidak adil dari Juventus pada tanggal 26 April 1998. Namun, anehnya kekalahan itu justru membuat saya jatuh cinta dengan Inter. Aneh? Tidak logis? Percayalah, jatuh cinta itu tidak pernah logis.

Saya semakin bangga dengan La Beneamata ketika Inter meraih scudetto pada tahun 2007 yang telah anda impikan sejak anda menggantikan Angelo Morratti, ayah anda. Dua belas tahun adalah waktu yang sangat lama untuk menantikan kebanggaan tersebut. Saya tahu anda mencintai Inter. Anda rela mengeluarkan banyak uang untuk mendatangkan Ronaldo, Cristian Vieri, dan banyak bintang yang anda datangkan demi meraih scudetto. Puncak kebanggaan saya sebagai interista, tentu saja adalah ketika Il Biscione meraih kejayaan sebagai klub italia pertama yang meraih Treble Winner. Dengan fakta bahwa Inter adalah satu-satunya klub yang tidak pernah turun dari Serie A, saya semakin membanggakan klub ini sebagai klub terhebat di Italia. Bahkan rival kita, Juventus belum pernah meraih kehormatan tersebut. Hanya Inter. C'e Solo Inter.

Sejak meraih treble tersebut, Inter belum pernah kembali ke puncak tertinggi Serie-A. AC Milan, dan Juventus kembali membuat Inter seperti pecundang. Namun saya tidak sekalipun meninggalkan Inter. Saya tetap mencintai Inter di saat kalah, karena saya tahu pasti saya mencintai Inter bukan karena banyaknya gelar atau Inter yang tak pernah kalah. Saya mencintai Inter dari hati yang paling dalam.

Musim lalu, adalah musim terburuk bagi Internazionale. Mungkin saya tidak perlu membahas lebih lanjut mengenai musim terkutuk itu. Musim yang buruk itu telah berakhir, dan kini saatnya menatap dan memperbaiki diri untuk menjadi penantang juara di musim depan. Anda tahu pasti hal itu Signor Morratti. Anda memberikan kepercayaan pada Walter Mazzarri sebagai pelatih. Staff pelatih dan staff teknis juga mengalami perubahan, mengantisipasi agar badai cedera yang menghancurkan Inter musim lalu tidak terulang.

Namun ada satu hal yang masih mengganjal di hati saya, Signor Moratti. Saya ingin mempertanyakan kebijakan mercato Internazionale. Apakah Inter tidak belajar dari musim lalu dan musim-musim sebelumnya? Inter memiliki salah satu akademi sepakbola terbaik di Italia. Saya yakin kualitasnya tidak kalah dengan Akademi Sepakbola Ajax Amsterdam, Akademi Sepakbola Manchester United, maupun La Masia, Akademi Sepakbola FC Barcelona. Scout Internazionale pun memiliki mata yang sangat jeli untuk memantau bakat-bakat terbaik dari Italia maupun dari penjuru dunia.

Inter pernah memiliki Andrea Pirlo. Saat ini ia adalah tulang punggung Azzurri dan pengatur permainan AC Milan dua tahun lalu dan kini, registra Juventus. Inter pernah memiliki seorang Mattia Destro. Apa yang Destro lakukan musim lalu? Ia mengantarkan Roma ke final Coppa Italia. Ia mencetak gol ke gawang Inter. Lalu Inter pernah memiliki bakat muda bernama Phillipe Coutinho. Inter menjualnya ke Liverpool dan kini ia menjadi pemain kunci di sana. Dua pemain tersebut adalah pemain muda yang pernah Inter miliki. Anda bahkan dapat membeli beberapa orang Destro dan beberapa Coutinho dengan uang yang anda keluarkan untuk membeli Ronaldo maupun Cristian Vieri.

Tahun ini, La Azzurini menjadi finalis di EURO U-21 di Israel. Empat difensore dan seorang kiper yang menjadi tumpuan pertahanan L'Azzurini, hanya kebobolan 5 gol. L'Azzurini memiliki Francesco Bardi, seorang kiper muda berbakat. Di kanan ada Giulio Donati, lalu ada Luca Cardirola dan Matteo Bianchetti di tengah. Semuanya adalah pemain Akademi Sepakbola Inter. Inter menjadi tumpuan pertahanan L'Azzurini.

Saya benar-benar kecewa ketika Inter menjual Donati ke Leverkusen dengan harga tiga juta euro. Mungkin jika anda bersabar, memberi Donati waktu dan kesempatan bermain anda bisa menjualnya dengan harga sembilan juta euro atau lebih dalam tiga atau empat tahun lagi. Kini saya mendengar berita Inter akan menjual Luca Cardirola. Apakah Inter tidak pernah belajar dari masa lalu?

Saya yakin Inter memiliki dana untuk membeli pemain baru sebagai pengganti pemain yang pergi dari Inter. Saya sangat yakin kecintaan anda kepada Inter membuat anda rela mengeluarkan dana untuk membuat Inter selalu lebih baik. Namun apakah anda rela membuang aset berharga dari Akademi Sepakbola Inter?

Inter masih memiliki Francesco Bardi, Issac Duncan, Joel Obi, Marco Benassi, Matteo Bianchetti dan banyak pemain muda lain. Yang mereka perlukan hanyalah waktu, kesempatan bermain dan kesabaran anda, signor Morratti. Inter bukanlah tim sekelas Udinese yang selalu membeli pemain muda, mengasahnya dan menjual pemain bintangnya setiap musim. Inter dapat meniru Ajax Amsterdam, maupun Manchester United, bahkan Barcelona. Inter muda memiliki potensi. Apakah anda tidak sadar dengan hal itu?

Saya sebagai interista tentu saja tidak ingin kejayaan Inter berlangsung sekali dalam sepuluh tahun. Saya sebagai interista selalu ingin Inter dapat berjaya selama bertahun-tahun. Saya mungkin seorang interista yang bodoh, yang lebih rela melihat Inter kalah namun dapat memberi saya harapan untuk musim-musim berikutnya. Bagi saya, Inter adalah harapan. Harapan dalam biru dan hitam. Seperti jersey kebanggaan Nerazzuri.


AnovA
yang mencintai Inter
Tuesday, 25 June 2013
Posted by AnovA

Bukan Bang Thohir!

Rencana Erick Thohir mengakusisi La Beneamata, masih ramai diberitakan oleh media Italia dan Indonesia. Di satu sisi Inter memang membutuhkan dana segar untuk menutup akumulasi kerugian lebih dari 150 juta euro demi memenuhi aturan Financial Fair Play. Masalah finansial ini tentu sangat mendesak. Inter butuh penampilan bagus di Serie A musim depan demi lolos ke Liga Champions yang akan menyuntikkan jutaan euro berharga untuk mereka.

Untuk itu, Inter membutuhkan lebih banyak tambahan pemasukan dari sektor penonton dan komersial. Perbaikan sudah coba dilakukan dengan mengikat kerjasama dengan perusahaan konstruksi dari Cina, China Railway Construction Corporation untuk membangun stadion baru. Proyek besar ini diberitakan akan rampung pada tahun 2017.

Terkait saham, mereka juga telah melepas 15% kepemilikan mereka kepada grup perusahaan Cina sehilai 500 juta euro demi meringankan beban finansial. Dari data laba/rugi, Inter memiliki hasil yang lebih mengerikan. Akumulasi kerugian mereka dalam 6 tahun mencapai lebih dari 700 juta euro.

Kerugian Inter paling besar terjadi di tahun 2007 yang menembus angka 200 juta euro. Di 2010, terdapat peningkatan performa keuangan karena berhasil menjuarai Liga Champions. Namun selanjutnya kerugian Inter berada di kisaran 70-80 juta euro, jumlah yang secara kasat mata akan terkena sanksi Financial Fair Play.

Inilah sebabnya Inter beroperasi dengan pendekatan berbeda musim ini setelah rangkaian keputusan yang mendekati mismanagement terjadi di enam musim terakhir. Biaya gaji mereka tahun 2010 adalah salah satu yang tertinggi, bahkan di tingkat Eropa. Mereka membiayai gaji pemain hingga 234 juta euro, yang bahkan lebih banyak dari penerimaan mereka saat itu sebesar 225 juta.

Satu-satunya jalan bagi Il Biscione untuk menghindari sanksi UEFA adalah dengan mengukir profit sebesar 35 juta euro tahun ini. Dengan akumulasi kerugian yang sudah mencapai lebih dari 150 juta euro dalam dua tahun kebelakang, profit senilai 35 juta akan menyelamatkan laporan keuangan Inter dengan akumulasi kerugian senilai 42 juta euro. Apalagi dengan absennya mereka di Liga Champions musim ini, mereka berpotensi kehilangan pendapatan senilai 20 hingga 50 juta euro.

Menjual saham mayoritas ke Erick Thohir di sisi lain memang merupakan jalan pintas mengatasi masalah ini. Namun disini yang dipertaruhkan adalah reputasi dan identitas Internazionale. Morratti sendiri masih ragu dalam menanggapi masalah ini. Beliau masih ragu dan takut Inter akan bernasib seperti Malaga yang seperti anak ayam kehilangan induk setelah ditinggalkan investornya.

Beberapa waktu yang lalu, tuttosport.com memberitakan perbandingan Inter versi Thohir dan Inter versi Morratti. Keduanya hadir dengan skema 3-5-2 khas Walter Mazzarri.

Inter versi Moratti diperkirakan masih mempertahankan muka lama di lini depan. Sementara versi Thohir, bakal mendatangkan nama besar di lini depan seperti Pablo Osvaldo dan Lavezzi. Tak lupa juga Nainggolan
dan Rami.


Inter versi Moratti:
 Handanovic;
 CAMPAGNARO (Free (9,5 juta euro)), Samuel, Juan,
 ISLA (Trade), FLAMINI (Free), Cambiasso, Kovacic, ZUNIGA (18 juta Euro); 
ICARDI (15 juta Euro), Palacio.

Inter versi Thohir: 
Handanovic;
 Ranocchia, RAMI (12 juta Euro), Juan;
BASTA (7 juta Euro), PAULINHO (16 juta Euro), Kovacic, NAINGGOLAN (18 juta Euro), ZUNIGA (18 juta Euro); 
LAVEZZI (25 juta Euro), OSVALDO (15 juta Euro).

Mari kita analisis kedua starting line-up impian masing-masing pihak.

Inter versi Moratti masih mempertahankan nama-nama lama. Starting line-up ini mengorbankan dua nama yaitu Guarin dan Rannocchia. Kemungkinan Guarin dilepas dan Rannocchia ditukar tambah dengan Mauricio Isla memang menjadi rumor calciomercato musim panas ini. Campagnaro dan Flamini bisa didapatkan dengan gratis, meninggalkan Zuniga dan Icardi yang menjadi buruan La Beneamata dalam calciomercato musim ini. Keduanya konon akan menghabiskan biaya transfer 33 juta euro NEGO. Dengan estimasi bandrol Ranocchia yang bernilai 20 juta euro dan Guarin yang bernilai 16 juta Euro, maka Inter perlu mengalokasikan dana 12,5 juta Euro lagi.

Sementara Inter versi Thohir menjanjikan starting line-up yang lebih progresif. Pemain baru dalam line-up yang dirilis tuttosport bernilai total 113 juta euro NEGO. Namun mari menilik satu persatu pemain yang diinginkan Erick Thohir.

Adil Rami
Bek Prancis yang bermain di Valencia ini memang salah satu bek yang diandalkan timnas Prancis di Euro lalu. Tapi banderol senilai 12 juta Euro layakah untuk bek yang rentan cedera seperti Rami?
Dusan Basta
Basta memang menjadi alternatif bagi Isla. Harga 7 juta euro yang menjadi banderolnya juga cukup terjangkau. Karakternya yang eksplosif juga cocok untuk skema permainan Mazzarri.
Paulinho
Pemain ini sudah menjadi buruan Il Biscione sejak calciomercato musim dingin lalu. Tarik ulur negosiasi yang tidak disepakati kedua belah pihak menjadi penyebab kegagalan kepindahannya. Harga 16 juta Euro
nampaknya cukup layak untuk pemain yang mencetak gol di laga persahabatan Brazil v Inggris kemarin.
Radja Nainggolan
Gelandang Cagliari ini memang berstatus for sale, demi menyelamatkan neraca keuangan Cagliari. Nainggolan bisa menjadi solusi gelandang box to box yang bertenaga di lini tengah la Beneamata. Selain itu Nainggolan dapat menjadi aset berharga untuk menarik fans di Indonesia (well, konon ICI merupakan Inter Club pertama di dunia yang mencapai 4000 anggota.).
Camilo Zuniga
Konon Zuniga adalah buruan wajib bagi Mazzari. No comment untuk orang ini.
Ezequiel Lavezzi
Kedatangan Lavezzi akan menambah eksplosifitas lini serang La Beneamata. Namun ada harga ada kualitas, harga 25 juta euro menurut saya terlalu mahal.
Pablo Osvaldo
Osvaldo is a big NO! Kenapa? Kelakuannya yang tempramental itu berpotensi menjadi bumerang bagi Il Biscione. Apalagi dengan harga 15 juta Euro.

Apapun keputusan Moratti terkait dengan masa depan status kepemilikan La Beneamata ini, semoga menjadi yang terbaik bagi Il Nerazzuri. Dijual atau tidak saya yakin keputusannya akan didukung oleh segenap Interisti. Seandainya tidak dijual, saya yang memegang teguh prinsip Jawa "Gusti Paring Dalan" (Tuhan akan memberi jalan) yakin dengan seyakin yakinnya Inter akan menemukan solusi untuk masalah finansialnya. Seandainya Moratti memutuskan untuk menjual saham mayoritasnya pada Erick Thohir, harapan saya, Inter tidak ditinggalkan seperti Malaga. Jangan sampai lah, chant di Giuseppe Meazza bertambah dengan lagu "Bukan Bang Thohir".

_AnovA_
yang mencintai Inter
Tuesday, 4 June 2013
Posted by AnovA

Inter ala Mazzari



 Benvenutto Mazzari!
Walter Mazzari telah resmi didapuk menjadi pelatih Il Biscione untuk dua musim ke depan. Kesuksesan membawa Napoli menjadi runner-up Serie A musim 2012-2013 menjadi dasar harapan untuk mengangkat Inter dari keterpurukan musim ini. Mazzari sendiri dikenal piawai meracik tim dengan skema tiga defender.

Bertahan dengan tiga bek tengah
Skema formasi dengan tiga bek tidak asing bagi Inter. Inter ala Gasperini dan Inter ala Stramaccionni pernah melakukannya, hanya saja hasilnya kurang memuaskan. Formasi dengan tiga bek pun dianggap rentan dibobol oleh banyak Interisti.
Namun jika kita melihat jauh ke tahun 1962, saat Inter berjaya di Eropa di tangan Helenio Herrera, kita akan melihat La Beneamata melakukan cattenacio dengan tiga difensore.
Seperti yang telah dijabarkan dalam tulisan sebelumnya, pertahanan Inter digalang oleh dua difensore Burgnich dan Guaneri, dilapis oleh satu libero, Armando Picchi. Di sisi kiri dan kanan masih dilapis dengan dua pemain eksplosif, sang legenda Giacinto Fachetti dan Jair.
Formasi itu menghasilkan gelar juara Eropa dua tahun berturutan. Sejatinya skema tiga bek memang lebih fleksibel dari pada skema empat bek. Sepakbola modern bertumpu pada pertarungan di lini tengah. Mengurangi lini belakang bukan untuk menambah lini serang namun justru menambal lini tengah.
Cattenacio ala Herrera bertumpu pada pemain sayap eksplosif, sigap bertahan dan sewaktu-waktu maju untuk memperluas opsi serangan, juga dibutuhkan gelandang ciamik yang mampu menjadi benteng awal pertahanan, perantara lini pertahanan dan lini depan sekaligus menjadi inisiator serangan.
Hal itu yang bakal menjadi PR Mazzari dalam menangani Inter.

Pergerakan Transfer Inter
Transfer musim panas 2013 akan menjadi waktu yang sangat penting bagi Inter untuk memenuhi kebutuhan taktik Mazzari. Sampai artikel ini ditulis sejumlah rumor transfer sudah menyebar. Zuniga, dan/atau Isla konon menjadi prioritas bagi Mazzari. Tidak mengherankan, karena jika menilik formasi yang dipakai Mazzari maupun formasi Cattenacio Herrera jika diterapkan untuk inter musim depan, memang tinggal membutuhkan seorang tornante di sisi kanan dan mungkin seorang registra.

Trio Difensore 
Rannocchia dan Juan jelas masih berpeluang masuk starting line-up Mazzarri. Kemampuan kedua bek muda Inter itu terbukti dengan selalu menjadi langganan line-up Strama saat mereka berdua fit, baik dalam sistem empat defender maupun tiga defender. Kedatangan Campagnaro yang sudah pernah bekerjasama dengan Mazzarri sebelumnya, berfungsi untuk menjadi cover bagi kedua difensore muda tersebut. Sistem tiga defender ala Mazzari menggunakan dua difensore centrale dengan man marking dan seorang difensori centrale sebagai cover

Dynamo on the Flank
Inter sudah memiliki Nagatomo di sisi kiri. Nagatomo mungkin akan dipertahankan Mazzarri, karena tipikal permainannya yang agresif menyerang dan tangguh dalam bertahan. Nagatomo adalah opsi terbaik Mazzari di posisi Terzino del sinistra. Sejak rezim Morratti berkuasa di Inter, sisi kiri acapkali menjadi kelemahan. Berbagai pemain didatangkan untuk menambal sisi kiri, mulai dari Francesco Coco, Grigoris Georgatos, hingga Maxwell, namun sisi kiri baru aman sejak kedatangan Nagatomo. Sebaliknya di sisi kanan, Inter mungkin masih memiliki Javier Zanetti, namun Il Capitano baru bisa merumput bulan Desember dan alternatif di sisi kanan, Schelotto dan Jonathan masih kurang ekplosif untuk menutup sisi kanan Inter. Bisa jadi kedatangan Isla ataupun Zuniga digunakan untuk menutup kekurangan ini. Namun jangan kesampingkan kedatangan Gino Peruzzi yang bisa menjadi alternatif la beneamata di sisi kanan.

Double Pivot
Kebutuhan double pivot dalam taktik sepakbola modern tentu saja tidak bisa dikesampingkan. Formasi populer 4-2-3-1 jelas membutuhkan dua gelandang bertahan yang dapat melindungi back four, sekaligus menjadi inisiator serangan. Lalu apa fungsi double pivot dalam formasi berbasis tiga defender? Dua gelandang bertahan di Inter akan dapat diperankan dengan baik melalui Esteban Cambiasso dan Mateo Kovacic. Mazzari dapat melakukan hal yang dilakukan Carlo Mazzone di Brescia maupun Carlo Ancelotti di Milan yang telah mentransformasi Andrea Pirlo yang sejatinya adalah trequartista menjadi salah seorang registra terbaik yang pernah lahir di ranah calcio.
Mateo Kovacic memiliki visi dan akurasi passing yang yang baik, ditambah dia memiliki kemampuan membawa bola yang mungkin lebih baik dari Andrea Pirlo. Kovacic dapat menjadi inisiator serangan balik seperti taktik yang dipakai Mazzarri di Napoli. Jika Kovacic diletakkan di posisi naturalnya sebagai gelandang serang, La Beneamata masih bisa menempatkan Fredy Guarin sebagai Ball Winning Midfielder untuk mendampingi Cambiasso. Penempatan Fredy Guarin sedikit di depan Cambiasso dapat membantu il Biscione mendapat bola sebelum memasuki lini pertahanan Inter. Agresifitas Guarin akan termanfaatkan dengan baik jika diimbangi dengan tackling yang rapi.

Attaccante
Inter masih dapat menggunakan jasa Cassano sebagai pemain menyerang. Mazzarri dan Cassano pernah bekerjasama sebelumnya di Sampdoria. Rodrigo Palacio yang dibeli di bursa transfer musim panas lalu pun dapat memerankan Seconda Punta seperti yang diperankan Ezequiel Lavezzi di Napoli. Inter mungkin tidak memiliki predator lini depan seperti yang dimiliki Napoli dalam diri Edison Cavani. Tetapi Inter memiliki dua opsi untuk peran Prima Punta Diego Milito yang dapat berfungsi sebagai Deep Lying Forward. Peran Poacher pun mungkin akan diberikan pada attacante muda Mauro Icardi.

Inter ala Mazzarri
Inter ala Mazzarri akan menimbulkan sensasi nostalgia La Grande Inter. Setidaknya di tangan Mazzarri hampir mungkin La Beneamata dapat memenuhi ekspektasi minimal Interisti untuk kembali tampil di kompetisi Eropa di musim 2014/2015. Kesabaran dan ketidaklabilan Massimo Morratti sangat diperlukan oleh Inter ala Mazzari. Selain tentu saja keputusan Marco Branca dalam bursa transfer juga berperan besar dalam keberhasilan campaign La Beneamata dalam menyambut musim 2013/2014.


_AnovA_
Thursday, 30 May 2013
Posted by AnovA

Popular Post

Blogger templates

Labels

- Copyright © anovanisme -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -